WAHANANEWS.CO.ID,Jakarta – Musim panen padi kedua tahun ini baru saja usai di Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Kali ini, petani menjalaninya dengan dukungan mesin pengering dan penggilingan gabah berbasis listrik di gudang desa, yang dihadirkan melalui program Electrifying Agriculture dari PT PLN Electricity Services (PLN ES).
Sejak gudang pengolahan mulai beroperasi pada Desember 2025, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan PLN ES bersama Yatim Mandiri ini telah mendampingi petani melewati dua musim panen, yakni panen raya di awal tahun dan musim panen padi kedua pada pertengahan tahun.
Baca Juga:
Pengakuan atas Dedikasi, PLN ES Raih Predikat Excellence in Infrastructure Reliability Management
Sebelum program berjalan, petani Jatibatur menghadapi persoalan yang tidak ringan: produktivitas lahan yang belum optimal, modal terbatas, biaya produksi yang tinggi, serta harga jual gabah yang kerap ditentukan tengkulak. Akibatnya, kerja keras di sawah belum sepenuhnya berbuah pada kesejahteraan keluarga petani.
Untuk menjawab persoalan tersebut, PLN ES menjalankan pendekatan yang menyeluruh. Petani mendapatkan pelatihan dan pendampingan rutin mengenai teknik budidaya dan penggunaan pupuk yang tepat, dukungan akses permodalan, serta fasilitas alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis listrik berupa mesin penggilingan dan pengering gabah.
Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, mengatakan bahwa keberlanjutan menjadi ukuran utama keberhasilan program ini.
Baca Juga:
PLN ES Raih Nusantara Electrification Award 2026 atas Keunggulan Pengelolaan Keandalan Infrastruktur
“Bagi kami, keberhasilan program tidak diukur dari satu kali panen. Yang ingin kami lihat adalah petani yang mampu mengelola hasil panennya sendiri secara efisien dari musim ke musim. Listrik yang kami hadirkan di gudang desa adalah sarana agar nilai tambah hasil panen tetap berada di tangan petani,” ujar Susiana.
Hasil pengolahan di gudang desa menggambarkan dampak tersebut. Sepanjang Desember 2025 hingga Oktober 2026, gudang ini diperkirakan telah mengolah sekitar 59,8 ton gabah dan bekatul. Dengan dukungan mesin berbasis listrik, biaya pemrosesan yang tanpa mesin diperkirakan mencapai Rp54,8 juta dapat ditekan menjadi sekitar Rp33,1 juta. Artinya, petani diperkirakan menghemat sekitar Rp21,8 juta, dengan efisiensi biaya sekitar 40%.
Dari sisi budidaya, produktivitas gabah petani binaan meningkat dari sekitar 5 ton menjadi 7 ton per hektare. Harga jual gabah pun membaik, dari Rp5.500 menjadi Rp7.800 per kilogram, seiring terbukanya akses pasar yang lebih kompetitif bagi petani.
“Setiap rupiah yang bisa dihemat dari biaya pengolahan adalah tambahan pendapatan bagi keluarga petani. Kami ingin manfaat ini terus terasa, tidak hanya pada musim panen kali ini, tetapi juga pada musim-musim berikutnya,” tambah Susiana.
Manfaat program juga menjangkau kelompok yang lebih luas. Program ini ikut mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dhuafa sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan bagi lembaga sosial.
Direktur Program Yatim Mandiri, Ainul Mahbub, menilai kolaborasi dengan PLN ES telah membawa perubahan yang dirasakan langsung oleh petani.
“Dua musim panen ini menunjukkan bahwa dukungan alsintan berbasis listrik benar-benar membantu petani menjaga kualitas gabah sekaligus menekan biaya pengolahan. Kami berterima kasih kepada PLN ES dan berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas,” kata Ainul.
Melalui Electrifying Agriculture, PLN ES menegaskan perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus menghadirkan energi listrik sebagai penggerak ekonomi desa untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Narahubung:
Aep Saepudin
Sekretaris Perusahaan
PLN ES
[email protected]
Sekilas Tentang PLN ES:
_PLN Electricity Services merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Operation & Maintenance pada jaringan Transmisi dan Distribusi Kelistrikan. Didirikan sejak 18 Oktober 2011, PLN ES (ES) beroperasi di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Dengan visi Menjadi Perusahaan #1 Pilihan Pelanggan untuk Pelayanan Ketenagalistrikan Berkualitas di Indonesia, PLN ES terus berinovasi dengan tetap berpegang teguh pada kaidah tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). PLN ES juga mendedikasikan dirinya untuk mendukung capaian Net Zero Emission melalui penyediaan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia._
[Amel Silaban]