WahanaNews.co.id | Perkuat sistem kesehatan dengan lima elemen Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperkirakan butuh US$ 31 miliar atau setara Rp 443 triliun (kurs Rp 14.300) per tahun untuk menghindari pandemi di masa depan.
"Tentu saja mendanai seluruh setiap elemen ini memerlukan investasi yang tidak sedikit, yang kami perkirakan sekitar US$ 31 miliar setiap tahunnya, sejalan dengan perkiraan G20 high level independent," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir detikcom, Kamis (17/2/2022).
Baca Juga:
Waspada Virus Ebola: Ini Daftar Negara Berlakukan Larangan Perjalanan
Kelima elemen itu yang pertama adalah pengawasan, kolaborasi, dan peringatan dini. Contohnya seperti pembentukan WHO Hub untuk pandemi dan endemi yang ada di Berlin, Jerman.
Kedua, pendanaan untuk riset prioritas dan akses ke kesehatan yang adil untuk negara-negara di dunia. Ketiga, membangun komunitas yang tangguh lewat peningkatan akses kesehatan dan jaminan sosial.
Keempat, intervensi kesehatan yang aman dan terukur, serta sistem kesehatan yang tangguh untuk menyelamatkan nyawa. Kelima, pendanaan kesiapsiagaan pandemi, koordinasi strategi dan respons, serta operasi darurat.
Baca Juga:
Usai WHO Tetapkan Darurat Kesehatan, Tetangga RI Perketat Skrining Ebola
"Kami memperkirakan US$ 20 miliar akan berasal dari sumber daya domestik sehingga terdapat kekurangan US$ 10 miliar setiap tahunnya," tuturnya.
Meski begitu, Tedros menekankan bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum membicarakan cara menghindari pandemi selanjutnya.
Berdasarkan hitungannya terdapat US$ 16 miliar atau Rp 228,2 triliun gap pembiayaan antara negara kaya dan miskin di dunia. Dana tersebut dibutuhkan untuk menyediakan vaksin dan penyembuhan Covid-19.