WahanaNews.co.id | Bukan rahasia lagi jika Meta induk perusahaan Facebook, IG, WA dkk memperkerjakan pekerja kontrak untuk melakukan banyak pekerjaan berat dalam menegakkan kebijakan moderasi kontennya.
Meski bisa bekerja di perusahaan paling bernilai di dunia, namun para pekerja ini kerap mengeluhkan pekerjaan yang tidak sepadan dengan kompensasi dan kesehatan mental yang dihadapi.
Baca Juga:
Whatsapp Down di RI, Pengguna Mengeluh Tak Bisa Kirim Pesan
Beberapa pekerja sekarang juga mengatakan bahwa mereka diperlakukan lebih buruk daripada pekerja lain.
Menurut BuzzFeed News seperti dilansir detikcom, Genpact subkontraktor Meta yang sebelumnya dituduh mendorong kondisi kerja yang buruk, telah meminta moderator berbahasa Spanyol dari kantor Richardson, Texas untuk melaporkan pekerjaan langsung sejak April 2021.
Para pekerja itu harus mempertaruhkan kesehatan mereka terhadap varian virus corona delta dan omicron sementara rekan-rekan mereka yang berbahasa Inggris diizinkan untuk bersepeda di kantor dalam rotasi tiga bulan.
Baca Juga:
Meta Tak Setuju Pembatasan Akses Teknologi Bagi Jutaan Remaja Indonesia
Berita tentang situasi di Genpact muncul hanya satu minggu setelah pekerja di Accenture, subkontraktor Meta lainnya berhasil memprotes untuk memaksa perusahaan membatalkan persyaratan untuk ratusan moderator Facebook untuk kembali bekerja secara penuh di kantor pada 24 Januari.
Kontraktor yang berbicara dengan BuzzFeed News mengklaim Genpact juga menerapkan standar yang tidak masuk akal. Mereka mengatakan mereka diharapkan untuk membuat keputusan moderasi dalam waktu sekitar satu menit sambil mempertahankan tingkat akurasi 85%.
Yang memperumit semuanya adalah fakta bahwa Meta dilaporkan tidak menyebarluaskan pedoman tentang cara menerapkan Standar Komunitas Facebook dalam bahasa selain bahasa Inggris, membuat para pekerja itu berada dalam situasi di mana mereka terpaksa menerjemahkan pedoman itu terlebih dahulu sebelum menerapkannya.