WAHANANEWS.CO.ID, Jakarta – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menginisiasi kegiatan Adopsi Karang Pulau Samalona, Jumat (21/8), melalui penempatan 10 media transplantasi dan 81 fragmen karang sebagai simbol HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan bersama GGI Scuba, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga ekosistem laut sekaligus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pulau Samalona dipilih karena memiliki potensi keanekaragaman hayati bawah laut yang luar biasa sekaligus menjadi benteng alami penahan abrasi pesisir. Namun, tekanan aktivitas manusia, sedimentasi, serta insiden kerusakan fisik dalam beberapa waktu terakhir membuat sebagian area terumbu karang di kawasan tersebut mengalami degradasi. Penempelan fragmen karang dilakukan di tepi pantai, kemudian dibawa ke dasar laut oleh tim GGI Scuba dan PLN UIP Sulawesi untuk ditempatkan pada media transplantasi.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi Raih Lima Penghargaan Kinerja Perizinan dan Pembebasan Lahan
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan upaya menjaga lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab PLN dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. “Sebanyak 81 fragmen karang yang kami adopsi kali ini menjadi simbol HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan. Kami berharap fragmen karang ini dapat tumbuh menjadi rumah, tempat mencari makan, dan perlindungan bagi biota laut, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Perwakilan DLH Kota Makassar, Muh. Ikram Nur S.Pd, mengapresiasi inisiatif PLN UIP Sulawesi dalam mendukung pelestarian ekosistem laut di Pulau Samalona. “Mewakili Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian PLN UIP Sulawesi yang telah menginisiasi program adopsi karang hari ini,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi kontribusi PLN dalam mendukung agenda global PBB, khususnya SDG 14 tentang Ekosistem Lautan melalui upaya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan benteng alami pesisir. Dari sisi sosial-ekonomi, pemulihan terumbu karang diharapkan turut mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir serta keberlanjutan pariwisata berbasis lingkungan di Pulau Samalona.
Baca Juga:
Lima Penghargaan untuk PLN UIP Sulawesi, Bukti Kinerja dan Kolaborasi
Sebagai bagian dari kegiatan, sertifikat adopsi karang diserahkan kepada PLN UIP Sulawesi dan ditandatangani oleh Fadly Arifuddin selaku Coral Adoption Ambassador dari Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI). Melalui program ini, PLN UIP Sulawesi berharap pemulihan terumbu karang dapat memberikan dampak ekologis dan sosial-ekonomi bagi Pulau Samalona sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
[Amel Silaban]