Pihak berwenang di Shanghai, rumah bagi pusat keuangan negara dan pelabuhan peti kemas terbesar di dunia, memberlakukan lockdown bertahap pada 25 juta penduduknya pekan lalu.
Pembatasan telah menyebabkan toko-toko dan restoran ditutup, pabrik ditutup, dan pelabuhan menjadi padat dengan kapal.
Baca Juga:
Luhut Tanggapi Masukan Bank Dunia Soal Tingkat Kepatuhan Warga Indonesia Membayar Pajak
Guncangan lainnya berasal dari perang di Ukraina bisa mengganggu pasokan komoditas dan meningkatkan tekanan keuangan.
"Perang dan sanksi kemungkinan akan meningkatkan harga pangan dan bahan bakar internasional, merugikan konsumen dan pertumbuhan," katanya, seraya menambahkan bahwa jumlah orang miskin di Filipina, misalnya, dapat meningkat sebesar 1,1 juta jika harga sereal naik 10% dari tahun sebelumnya. [JP]