WahanaNews.co.id | Presiden Turki, Erdogan mengatakan nama negeri itu akan berubah menjadi "Turkiye". Dia menyebutkan alasannya.
"Kata Turkiye mewakili dan mengekspresikan budaya, peradaban, dan nilai-nilai bangsa Turki dengan cara terbaik," kata Erdogan pekan lalu dikutip detikcom dari Middle East Monitor, Selasa (25/1/2022).
Baca Juga:
Turki Bekuk 34 Mata-mata Israel yang Incar Warga Palestina
"Dalam rangka memperkuat nama Turkiye, dalam segala jenis kegiatan dan surat menyurat, terutama dalam hubungan resmi dengan negara lain dan lembaga dan organisasi internasional, istilah Turkiye akan digunakan sebagai pengganti istilah seperti 'Turki', 'Turkei', 'Turquie' dan seterusnya," dia menambahkan.
Turki, tambahnya, harus menjadi merek negara tersebut di kancah internasional. Namun, belum tahu kapan tepatnya perubahan nama diresmikan.
Seorang pejabat senior pemerintah juga membenarkan rencana itu. Dia bilang proses masih berlangsung.
Baca Juga:
Erdogan Rencanakan Pembicaraan dengan Putin untuk Pulihkan Perjanjian Laut Hitam
"Waktu yang tepat untuk perubahan nama masih dalam pertimbangan pemerintah," katanya dimuat Greek Reporter.
Wacana penggantian ini sebenarnya telah muncul sejak lama. Erdogan berpandangan bahwa nama 'Turkey' yang dikenal dalam Bahasa Inggris sama dengan arti kalkun.
Bahkan, menurut Kamus Cambridge, Turkey didefinisikan sebagai "sesuatu yang gagal" atau "orang yang bodoh atau konyol."