WAHANANEWS.CO.ID,JAKARTA – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi langkah Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana melalui program Srikandi Movement 2026. Program yang dipusatkan di Desa Tugumulya pada hari Selasa (28/7) hingga Rabu (29/7) tersebut menggabungkan edukasi kebencanaan, sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan, serta penyaluran peralatan mitigasi sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah rawan pergerakan tanah.
Menurut Dian, kolaborasi lintas instansi seperti ini sangat dibutuhkan mengingat Kabupaten Kuningan memiliki sejumlah wilayah dengan potensi pergerakan tanah dan longsor.
Baca Juga:
Srikandi PLN dan Pemkab Kuningan Kolaborasi Bangun Masyarakat Tangguh Bencana
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan dan masyarakat Desa Tugumulya, kami menyampaikan apresiasi kepada PLN UID Jawa Barat, khususnya para Srikandi PLN. Bantuan peralatan mitigasi dan edukasi ini sangat tepat sasaran dan membantu upaya pemerintah daerah. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan agar masyarakat, terutama kelompok perempuan, semakin siap, tanggap, dan tangguh menghadapi situasi darurat," ujar Dian.
Program Srikandi Movement 2026 mengusung tema Perempuan Tangguh Bencana dengan fokus memperkuat kapasitas masyarakat di daerah rawan bencana. Melalui kolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, peserta memperoleh edukasi mengenai mitigasi dan penanganan bencana, yang dilengkapi dengan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan oleh Srikandi PLN sebagai bekal menghadapi kondisi darurat secara aman.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan masyarakat, Srikandi PLN UID Jawa Barat turut menyerahkan berbagai peralatan mitigasi kepada Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Kuningan. Bantuan tersebut meliputi dua unit chainsaw, 20 helm keselamatan, 10 headlamp, 30 pasang sepatu bot, empat tandu portabel, 30 alat pembuat biopori, serta empat cangkul untuk mendukung proses evakuasi, penanganan bencana, dan upaya mitigasi di lapangan.
Baca Juga:
PLN Tingkatkan Kualitas Jaringan Listrik Melalui Pemeliharaan Preventif di Kuningan
Selain memperkuat kesiapsiagaan, PLN juga menyalurkan 40 paket sembako kepada anggota Tagana perempuan dan kader PKK Desa Tugumulya sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam membangun ketangguhan keluarga dan komunitas saat menghadapi bencana.
General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan bahwa keterlibatan Srikandi PLN merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana hanya dapat terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga terus mengambil peran dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata. Kami berharap inisiatif ini dapat mendukung upaya mitigasi bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana," ujar Joharifin.
Sementara itu, Srikandi Champion PLN UID Jawa Barat Refa Purwati mengatakan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan dalam membangun ketangguhan keluarga dan lingkungan ketika terjadi bencana.
"Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keselamatan keluarga. Melalui edukasi keselamatan ketenagalistrikan, pembekalan kebencanaan, dan dukungan sarana mitigasi, kami berharap anggota Tagana perempuan dan kader PKK semakin percaya diri, tanggap, dan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya ketika menghadapi situasi darurat," ujar Refa.
Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan, BPBD, Dinas Sosial, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, PLN berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kemampuan untuk menghadapi berbagai potensi bencana sehingga tercipta komunitas yang lebih tangguh, aman, dan mandiri.
[Effriani Simamora]