Belum ada pernyataan langsung dari Paludan, tetapi dalam pemberitahuan izin demo ke kepolisian Swedia, Paludan mengklaim protesnya dilakukan menentang upaya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mempengaruhi kebebasan berekspresi di negara itu.
Menanggapi kejadian ini, Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billström mengatakan provokasi Islamofobia sangat mengerikan.
Baca Juga:
AS-Iran Sepakat Damai, Pemerintah RI Puji Semua Pihak dan Mediator
"Swedia memiliki kebebasan berekspresi yang luas, tetapi itu tidak berarti bahwa Pemerintah Swedia, atau saya sendiri, mendukung pendapat yang diungkapkan," kata Billstrom via akun Twitter-nya.
Sementara itu, di Istanbul, Turki, ratusan demonstran membakar bendera Swedia di depan konsulat negara tersebut sebagai respons pembakaran salinan Alquran di Stockholm tersebut.[zbr]