WAHANANEWS.CO.ID - Lonjakan penggunaan kendaraan listrik makin terasa di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu setelah transaksi pengisian daya di SPKLU PLN UID S2JB melesat hingga 18 kali lipat dalam lima tahun terakhir.
PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu mencatat peningkatan transaksi pengisian daya kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU seiring bertambahnya pengguna electric vehicle di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Pemadaman Bergilir Terjadi di Pulau Jawa, PLN Percepat Aliran Batu Bara ke Pembangkit
Manager Strategi Pemasaran PLN UID S2JB Wahyu Hadi Perdana di Palembang, Rabu (17/6/2026), mengatakan tren penggunaan kendaraan listrik terus bergerak naik secara signifikan dari tahun ke tahun.
Pada 2020, jumlah transaksi pengisian daya kendaraan listrik di wilayah kerja PLN UID S2JB masih berada di kisaran 1.800 kali dalam setahun atau rata-rata hanya 150 transaksi per bulan.
Lonjakan besar kemudian terlihat pada 2025, ketika transaksi pengisian daya kendaraan listrik dalam empat hingga lima bulan pertama sudah mencapai sekitar 14.000 kali atau rata-rata hampir 3.000 transaksi per bulan.
Baca Juga:
PLN Ungkap Dua Faktor Besar di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa
Menurut Wahyu, tren pertumbuhan tersebut berlanjut pada 2026 dengan rata-rata transaksi bulanan yang tetap berada di kisaran 3.000 kali per bulan.
Kondisi itu dinilai mencerminkan makin kuatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian daya yang mudah dijangkau.
"Kalau berdasarkan data, tahun 2020 sampai 2026 skalanya rata-rata meningkat sampai 18 kali," kata Wahyu.