WAHANANEWS.CO.ID, JAKARTA - Srikandi PLN UP3 Cirebon berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Kuningan menggelar edukasi kebencanaan bertajuk Perempuan Tangguh Bencana: Tangguh Menghadapi, Sigap Melindungi di Desa Tugumulya, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Selasa (28/7). Kegiatan program tanggung jawab sosial dan lingkungan dari PLN ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya perempuan, dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, hingga setelah bencana terjadi. Edukasi diberikan secara kolaboratif agar masyarakat semakin memahami pentingnya mitigasi serta mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Baca Juga:
Bupati Kuningan Apresiasi Srikandi PLN Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana
Materi yang disampaikan meliputi penanggulangan bencana, mitigasi gempa bumi, serta penerapan mitigasi struktural dan nonstruktural. Peserta juga dikenalkan dengan siklus penanggulangan bencana yang mencakup tahap pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi. Selain itu, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis bencana, baik bencana alam, nonalam, maupun sosial.
Sebagai wilayah yang berada di sekitar kawasan Gunung Ciremai, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai karakteristik gempa tektonik dan vulkanik serta potensi risiko kebencanaan di wilayahnya. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi kemungkinan situasi darurat.
Dinas Sosial Kabupaten Kuningan turut memberikan edukasi mengenai langkah-langkah penyelamatan saat terjadi gempa bumi, mulai dari tetap tenang, melindungi kepala, berlindung di bawah benda yang kokoh, menjauhi kaca dan benda yang berpotensi roboh, hingga menuju area terbuka melalui jalur evakuasi setelah guncangan berhenti. Masyarakat juga diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak memasuki bangunan sebelum dinyatakan aman.
Baca Juga:
PLN Tingkatkan Kualitas Jaringan Listrik Melalui Pemeliharaan Preventif di Kuningan
Bagi warga Desa Tugumulya, kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Perempuan dinilai memiliki peran strategis sebagai agen edukasi di lingkungan keluarga sehingga pemahaman yang diperoleh dapat diteruskan kepada anak, anggota keluarga, maupun masyarakat sekitar.
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, mengatakan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
"Melalui Perempuan Tangguh Bencana, kami ingin mendorong perempuan menjadi agen kesiapsiagaan mulai dari lingkungan keluarga. Pengetahuan mengenai mitigasi dan tindakan yang tepat saat kondisi darurat sangat penting karena kesiapan dapat menentukan bagaimana kita melindungi diri dan orang-orang di sekitar. Kolaborasi bersama BPBD dan Dinas Sosial ini kami harapkan dapat membentuk masyarakat yang semakin tangguh, sigap, dan peduli terhadap keselamatan," ujar Muhammad Ardian.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengapresiasi kolaborasi Srikandi PLN bersama para pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
"Ketangguhan masyarakat menghadapi bencana dibangun jauh sebelum bencana itu terjadi, salah satunya melalui edukasi dan kesiapsiagaan. Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya sadar risiko di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami cara melindungi diri ketika menghadapi kondisi darurat," ujar Muhammad Joharifin.
Melalui program Perempuan Tangguh Bencana, Srikandi PLN UP3 Cirebon akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi kebencanaan di tengah masyarakat. PLN berharap edukasi ini dapat menumbuhkan budaya kesiapsiagaan dari lingkungan keluarga, memperkuat kepedulian terhadap keselamatan, serta membangun masyarakat yang semakin tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
[Effriani Simamora]