Sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya terkait kemudahan penyampaian pengaduan melalui berbagai pilihan saluran komunikasi. Keberadaan kanal pengaduan yang tidak hanya mengandalkan teknologi digital dinilai penting untuk menjangkau masyarakat dengan keterbatasan akses telekomunikasi.
Amirullah, salah seorang kepala dusun di Desa Bakaru, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai cara menyampaikan keluhan terkait aktivitas pembangunan.
Baca Juga:
Berbekal Pengalaman di PLN, Arsyadany Diharapkan Perkuat Tata Kelola Ketenagalistrikan
"Sekarang kalau mau mengadu perihal dampak pembangunan PLTA Bakaru-2 sudah mudah, bisa ke perangkat Desa Bakaru juga atau lewat WA," ungkap Amirullah.
Hal senada disampaikan Kamariah, warga Desa Ulu Saddang, yang menilai keberadaan berbagai pilihan saluran pengaduan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
"Awalnya cemas dan khawatir mau sampaikan keluhan melalui siapa, karena kami sebagian besar tidak punya ponsel atau kuota. Tapi alhamdulillah, setelah disosialisasikan ternyata banyak cara menyampaikan keluhan dari dampak pembangunan PLTA ini," tutur Kamariah.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung Arsyadany Ghana Jadi Dirjen Gatrik, Pengalaman Panjang di PLN Dinilai Modal Strategis
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi PLN UIP Sulawesi bersama PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan serta dukungan Pemerintah Desa Bakaru dan Pemerintah Desa Ulu Saddang. Pemerintah setempat turut memfasilitasi kehadiran masyarakat sekaligus mendukung penyebarluasan informasi mengenai mekanisme pengaduan proyek.
Ke depan, PLN UIP Sulawesi berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas mekanisme penanganan pengaduan melalui penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan, peningkatan aksesibilitas saluran komunikasi, serta pemantauan tindak lanjut atas pengaduan yang diterima.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pembangunan PLTA Bakaru II melalui komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan berkelanjutan.