Ia tak ingin ada perseteruan di Gumi Sasak lantaran persaingan memperebutkan dirinya.
Karena itu, sang putri akhirnya mengundang seluruh pangeran ke Bukit Seger dan memutuskan menerima lamaran mereka.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Dukung Debut Sean Gelael di GT World Challenge Asia Mandalika 2026
Usai menyatakan sikap tersebut, Putri Mandalika menjatuhkan diri dari atas bukit ke laut.
Rakyat berusaha mencari jasad sang putri, tapi hasilnya nihil.
Mereka malah menemukan nyale atau cacing berwarna-warni.
Baca Juga:
Dorna Umumkan Kalender MotoGP 2026: GP Brasil Kembali, Mandalika Tetap Jadi Magnet Asia
Menurut legenda setempat, hewan itu merupakan jelmaan Putri Mandalika.
Kisah Putri Mandalika kini diabadikan dalam upacara Bau Nyale.
Acara yang diadakan setiap tahun ini merupakan ritual masyarakat setempat mencari cacing laut.