WAHANANEWS.CO.ID – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional atau ALPERKLINAS menyambut positif rencana PT PLN Persero menggabungkan PT PLN Electricity Services atau PLN ES dengan PT PLN Nusa Daya atau PLN ND sebagai langkah restrukturisasi bisnis yang dinilai dapat memperkuat efisiensi, integrasi layanan, dan perlindungan konsumen listrik.
Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba mengatakan, merger dua anak usaha PLN tersebut merupakan bagian dari upaya besar membangun ekosistem layanan ketenagalistrikan yang lebih ramping, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:
Cahaya Muharram, PLN UP3 Cikarang Sambung Listrik Gratis untuk Warga Lewat Light Up The Dream
“Dari sudut pandang konsumen, struktur usaha yang lebih sederhana akan sangat penting karena rantai koordinasi bisa lebih pendek, pengambilan keputusan lebih cepat, dan pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih terukur,” ujar Tohom, Rabu 01/07/2026.
Menurut Tohom, langkah PLN menjadikan PLN ES sebagai entitas hasil merger menunjukkan adanya arah konsolidasi yang sehat dalam kelompok bisnis services, terutama karena sektor ketenagalistrikan membutuhkan dukungan operasional yang solid dari hulu hingga layanan penunjang.
“PLN tidak bisa lagi bekerja dengan pola yang terfragmentasi, karena tantangan kelistrikan ke depan menuntut integrasi antara pembangkitan, transmisi, distribusi, konstruksi, inspeksi, perdagangan peralatan, layanan digital, sampai respons terhadap kebutuhan pelanggan,” katanya.
Baca Juga:
PLN UP3 Sumedang Dukung Industri Mainan Anak, Tambah Daya Listrik PT Sheba Indah Properti di Majalengka
Tohom menilai penggabungan PLN ES dan PLN ND dapat menjadi momentum untuk memperkuat standar layanan teknis, memperbaiki tata kelola pekerjaan penunjang, serta mengurangi potensi tumpang tindih fungsi usaha di lingkungan grup PLN.
“Kalau fungsi usaha yang mirip dapat disatukan dalam satu kendali yang lebih jelas, maka perusahaan bisa lebih fokus, biaya operasional dapat dikelola lebih efisien, dan kualitas layanan kepada konsumen listrik bisa naik kelas,” ucapnya.
Ia mengatakan, konsumen listrik pada akhirnya tidak hanya membutuhkan pasokan energi yang andal, tetapi juga sistem layanan yang cepat membaca gangguan, tepat dalam pemeliharaan jaringan, transparan dalam informasi pemadaman, dan konsisten dalam menjaga kualitas pekerjaan teknis.