“Ke depan, layanan kelistrikan tidak cukup hanya kuat secara fisik jaringan, tetapi juga harus kuat secara data, digital, monitoring, dan respons lapangan,” ucapnya.
ALPERKLINAS berharap merger tersebut menjadi pintu masuk bagi PLN untuk memperkuat koordinasi internal, mempercepat modernisasi layanan, dan memastikan setiap perubahan struktur korporasi memberi manfaat nyata bagi konsumen listrik nasional.
Baca Juga:
Petugas PLN Berjibaku Pulihkan Kelistrikan NTT, ALPERKLINAS: Keselamatan Personel Tetap Harus Jadi Prioritas
“ALPERKLINAS mendukung langkah PLN sepanjang restrukturisasi ini benar-benar diarahkan untuk meningkatkan mutu layanan, memperkuat keselamatan ketenagalistrikan, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Tohom.
Sebelumnya, manajemen PLN menyatakan penggabungan PLN ND dan PLN ES dilakukan dalam rangka penataan kelompok bisnis services, dengan PLN ES sebagai perusahaan hasil merger dan PLN ND berakhir karena hukum setelah proses penggabungan dinyatakan efektif.
Sebelumnya, PLN juga memastikan proses penggabungan tidak berdampak pada status maupun hak karyawan di kedua perusahaan, serta seluruh hubungan kerja akan beralih secara otomatis kepada perusahaan hasil merger setelah penggabungan berlaku efektif.
Baca Juga:
PLN Kembangkan PLTA hingga Pumped Storage, ALPERKLINAS: Indonesia Punya Modal Besar Jadi Kekuatan Energi Hijau
[Redaktur: Sobar Bahtiar]