Bagi Nurhapidah, perubahan yang dirasakan kelompok tidak hanya terlihat dari peningkatan hasil panen. Aktivitas KWT yang semakin berkembang juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kelompoknya.
[Amel Silaban]
Baca Juga:
Sambut Idul Adha, YBM PLN UP3 Bandung Tebar Daging Kurban untuk Warga Desa Mekarmanik
“Dulu sekali panen kalau sudah menyentuh Rp200 ribu itu sudah terhitung banyak sekali. Sekarang alhamdulillah bisa sampai hampir Rp500 ribu, dan ini belum termasuk timun yang nanti kami panen. Orang-orang juga semakin percaya dengan KWT kami setelah adanya bantuan PLN. Sekarang sudah ada yang datang meminta bibit dari kami,” ungkapnya.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari kemampuan program dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat.
“Yang ingin kami tumbuhkan bukan hanya sarana pertaniannya, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian kelompok. Ketika fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan, pengetahuan baru diterapkan, kemudian produktivitas masyarakat ikut meningkat, di situlah manfaat program TJSL menjadi semakin nyata dan berkelanjutan,” ujar Aditya.
Baca Juga:
YBM PLN UP3 Cirebon Tebarkan Kepedulian melalui Program Tebar Daging Qurban di Berbagai Wilayah
Menurutnya, pemberdayaan KWT Wulasi Mandiri menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya SUTET 275 kV Wotu–Bungku.
“PLN ingin keberadaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan juga menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Melalui program TJSL, kami berupaya mendorong pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat untuk tumbuh secara mandiri,” tambahnya.
Kini, green house dan rumah kompos tidak sekadar menjadi fasilitas baru bagi KWT Wulasi Mandiri. Keduanya berkembang menjadi ruang belajar dan ruang produksi bagi para anggota untuk mencoba pengetahuan baru, meningkatkan hasil pertanian, serta membuka peluang pengembangan usaha kelompok ke depan.