"Si istrinya (Yunita) berkata atau mengadu pada suaminya bahwa dia mau diperkosa oleh anak-anak ini. Sudah dipegang anak-anak ini. Katanya sudah disekap-lah, dan sebagainya. Kami terima pengaduan seperti itu," tuturnya.
Namun, E merasakan kejanggalan saat Y membuat pengakuan kepada warga. Sebab, ia bercerita sambil tertawa.
Baca Juga:
HARDIKNAS 2026 Jadi Titik Balik, Kepsek Spendu Batara Ungkap Wajah Baru Pendidikan
Setelah itu, E pun menginterogasi sejumlah anak yang menjadi korban dan menemukan hal yang sebaliknya.
"Jujur semua anak-anak itu bahwa mereka memang dipaksa" katanya.
Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi Asi Noprini kemudian mengatakan kekerasan seksual ini sebagai kasus yang unik dan jarang terjadi.
Baca Juga:
Wagub Kaltim Minta Aset Pemda Tertib Administrasi dan Bermanfaat Masyarakat
Asi mengatakan setelah melakukan pendekatan dan observasi, sebagian korban menunjukkan ketakutan, kecemasan, dan merasa berdosa akibat serangkaian kekerasan seksual itu.
"Ini kasus unik, yang mana anak-anak dicabuli perempuan. Kenapa pelaku seperti itu? Kenapa anak-anak jadi korban? Panjang prosesnya," ucap Asi.[zbr]