"Kita akan sekali lagi melihat bagaimana kita bisa lebih cepat, dan dengan menggunakan langkah-langkah lebih lanjut, mengurangi ketergantungan (minyak dan gas Rusia) kita," kata Oliver Krischer, dari Kementerian Ekonomi dan Perlindungan Iklim Jerman.
Oliver Krischer mengatakan upaya-upaya sedang dilakukan Jerman untuk memperkenalkan langkah semi embargo energi Rusia. Misalnya dengan langkah-langkah hemat energi serta transisi ke energi lain, termasuk membeli bahan bakar gas cair.
Baca Juga:
Dominasi China Berakhir, AS Kini Mitra Dagang Terbesar Jerman
Sementara itu, Menteri Pertahanan Christine Lambrecht mengatakan memang sudah waktunya bagi negaranya dan Uni Eropa untuk bersama-sama membahas opsi larangan total terhadap gas Rusia.
"Harus ada tanggapan. Kejahatan semacam itu tidak bisa dibiarkan tanpa jawaban," tegas Christine Lambrecht.
Namun dalam berbagai perdebatan bahkan di dalam koalisi pemerintahan, Menteri Keuangan Christian Lindner justru menolak mentah-mentah embargo impor energi Rusia.
Baca Juga:
Bom Nuklir Terbaru AS B61-12 di Tangan Jerman, NATO Siap Cegah Ancaman Rusia
Dia berpendapat memang hubungan ekonomi dengan Rusia harus segera diakhiri. Meski begitu, menghentikan impor energi, utamanya gas ke Jerman malah akan membuat negaranya hancur karena tak akan bisa langsung menemukan pengganti dari gas.
"Betul kita sedang menghadapi perang kriminal. Jelas kita harus mengakhiri secepat mungkin semua hubungan ekonomi dengan Rusia. Sanksi tegas harus kita rencanakan, tapi gas tidak bisa diganti dalam jangka pendek," ujar Lindner sebelum berbicara dengan rekan-rekan Uni Eropa-nya di Brussel.
"Kami akan menimbulkan lebih banyak kerusakan pada diri kami sendiri daripada pada mereka," tegasnya.