Erdogan pun mengharapkan tanggapan senada dari Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Dan jika Mr. Putin juga melihat ini secara positif, kita bisa, Insya Allah, berkumpul di Istanbul atau Ankara," kata Erdogan pekan lalu.
Baca Juga:
Bantai Wanita dan Anak-anak, Erdogan sebut Kebiadaban Israel Mirip Nazi
Terlepas dari ketidaksepakatan politik dengan Rusia, Turki telah menikmati hubungan perdagangan dan pertahanan yang meningkat dengan Moskow, dengan Ankara membeli sistem rudal S-400 dari Rusia, yang menuai kritikan dari Barat.
Sementara itu, Turki, anggota NATO sejak 1952, telah memicu kemarahan Rusia karena menjual drone ke Ukraina dalam konfliknya dengan separatis pro-Moskow. Erdogan secara vokal menentang pencaplokan Crimea oleh Rusia pada tahun 2014. [JP]