Nestle mengatakan pada Jumat (11/3) bahwa perusahaannya sudah menangguhkan ekspor produknya dari Rusia kecuali untuk barang-barang penting seperti makanan bayi.
Perusahaan itu juga mengklaim bahwa telah berhenti mengimpor Nespresso dan produk lainnya ke Rusia, kecuali untuk barang-barang penting termasuk makanan bayi, sereal, nutrisi khusus dan makanan hewan terapeutik.
Baca Juga:
Pelindung Pembangkit Nuklir Chernobyl Rusak Akibat Serangan Drone Rusia
Nestlé mengaku pada saat Rusia menginvasi Ukraina sangat merasa terkejut dan sangat sedih.
"Perusahaan berdiri bersama masyarakat internasional dalam menyerukan perdamaian dan pemulihan keamanan dan stabilitas," ujar Nestle.
Pekan lalu, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengkritik CEO Nestlé Mark Schneider karena masih ada aktivitas perusahaan di Rusia.
Baca Juga:
Permalukan AS, Zelensky Buka-bukaan soal Jumlah Pasukannya yang Tewas
"Sayangnya, dia(Nestle) tidak menunjukkan pengertian," tulis Shmyhal di Twitter.
Setelah berbicara dengan CEO Nestle, Shymhal juga menambahkan "Membayar pajak untuk anggaran negara teroris berarti membunuh anak-anak dan ibu yang tak berdaya. Berharap Nestlé akan segera berubah pikiran". [JP]